Hati-hati saat membeli kuteks kuku.
Penelitian terbaru menunjukkan adanya bahan kimia yang disebut phthalates yang
ditemukan dalam produk perawatan kuku ini yang dapat meningkatkan risiko
diabetes.
Temuan
yang dipublikasikan dalam journal
Environmental Health Perspectives ini menunjukkan bahwa phthalates
dapat mengganggu metabolisme jaringan lemak, sehingga menyebabkan terjadinya
resistensi insulin pada wanita sehat.
Setelah
meneliti terhadap 2.350 sampel urin wanita berusia 20-80 tahun, peneliti
menemukan dua bahan kimia dengan tingkat tinggi, yaitu mono-benzil phthalate
dan mono-isobutil ftalat. Kedua bahan kimia ini menaikkan risiko diabetes
hingga dua kali.
"Ini
merupakan langkah awal yang penting dalam mengeksplorasi hubungan antara
phthalates dan diabetes. Kita tahu kalau phthalates selain ada di produk
perawatan pribadi, juga ada di beberapa jenis peralatan medis dan obat-obatan
yang digunakan untuk mengobati diabetes," jelas Tamarra James-Todd dari
Brigham and Women's Hospital's Division of Women's Health dilansir melalui
Livescience (16/7).
Selain
kuteks, phthalates juga banyak ditemukan dalam berbagai produk perawatan wanita
lainnya seperti hairspray, sabun bahkan shampoo.
5 Cara Mengurangi Resiko Diabetes
Diabetes adalah jenis penyakit yang tidak
bisa dianggap remeh, karena jika tidak dijaga dengan baik, ia bisa memicu
terjadinya penyakit berbahaya lainnya seperti gangguan jantung, gangguan
ginjal, disfungsi ereksi bahkan kanker. Selain dipicu faktor keturunan,
diabetes mellitus juga erat kaitannya dengan gaya hidup penderitanya. Contohnya
adalah malas berolahraga dan tidak menerapkan pola makan yang sehat.
Seringkali, diabetes lambat terdeteksi sehingga seringkali penyakit sudah
terlanjur parah.
Diabetes dibagi menjadi tiga bagian. Diabetes
tipe 1, terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melawan
bakteri dan virus berbahaya, justru menyerang dan menghancurkan insulin yang
memproduksi sel-sel pankreas. Hal ini menjadikan jumlah insulin berkurang dan
kadar gula dalam darah meningkat.
Pada diabetes tipe 2, insulin masih dapat
diproduksi, namun jumlahnya tidak mencukupi atau tidak dapat digunakan dengan
baik oleh tubuh. Kondisi ini disebut juga insulin resistan. Hal inilah
menjadikan kadar gula dalam darah naik.
Yang ketiga ialah diabetes kehamilan. Selama
masa kehamilan, plasenta memproduksi hormon tertentu. Hormon ini membuat sel-sel
tubuh melawan insulin.
Kunci dalam pencegahan dan penanganan
diabetes adalah dengan mengontrol asupan makanan kita, di samping rutin
melakukan olahraga dan rutin mengecek kadar gula. Berikut beberapa cara
sederhana untuk mencegah diabetes:
1. Olahraga
Lakukan
olahraga selama minimal setengah jam setiap hari, lima kali dalam seminggu. Olahraga
dapat membantu menormalkan kadar gula darah dan menjaga berat badan
2. Konsumsi beras merah
Selain kaya
akan serat, beras merah juga bisa mengurangi kerusakan pada pembuluh darah.
Jadi Anda boleh mulai mengganti nasi putih dengan nasi merah. Memang banyak
yang bilang rasa beras merah tidak seenak nasi putih, tapi demi kesehatan,
tidak ada salahnya mencoba, kan?
3. Perbanyak konsumsi vitamin C
Beberapa
sumber dari vitamin C alami adalah brokoli, jeruk, dan stroberi. Jika dirasa
kurang, barulah Anda bisa mengonsumsi suplemen tambahan. Konsultasikan lebih
dulu dengan dokter mengenai dosis yang tepat bagi Anda
4. Bumbu masak alami
Sekitar dua puluh empat bumbu
masak ternyata kaya akan antioksidan yang mampu mencegah peradangan yang juga
terkait dengan penyakit diabetes. Antioksidan yang tertinggi ada pada kayu
manis dan cengkeh
5. Pilih makanan yang sehat
Konsumsi
makanan yang rendah lemak dan rendah kalori. Makanan yang kaya akan serat bisa
membantu mengontrol kadar gula darah. Istirahat yang cukup, mengelola stress
dengan baik, dan segera berhenti merokok juga bisa membantu Anda agar terhindar
dari diabetes
Stephanie Firdaus
Review oleh dr. Adhiatma Gunawan
www.meetdoctor.com
Review oleh dr. Adhiatma Gunawan
www.meetdoctor.com





