MENGENAL EKONOMETRIKA
A. Apa
itu ekonometrika
Ekonometrika merupakan model yang mampu menjelaskan fenomena ekonomi
secara kuantitatif. Ekonometrika menerapkan teori ekonomi, matematika ekonomi,
dan statistika ekonomi untuk memberikan dukungan empiris dari model yang
dibangun oleh teori ekonomi dan untuk memberikan hasil dalam angka (Gujarati,
2004).
Berawal dari hubungan ekonomi, kita
menyatakan dalam bentuk matematika yang dapat diukur, kemudian menggunakan
metode khusus, yang disebut metode ekonometrika yang bertujuan memperoleh
dugaan numerik dari koefisien dalam hubungan ekonomi. Metode ekonometrika
adalah metode statistika yang secara khusus disesuaikan terhadap kekhasan
fenomena ekonomi. Kebanyakan sifat penting dari hubungan ekonomi mencakup
sebuah elemen acak (elemen random),
yang mana sering diabaikan dalam teori ekonomi dan matematika ekonomi yang
menyatakan hubungan secara eksak antara berbagai besaran-besaran ilmu ekonomi.
Ekonometrika telah membangun metode untuk mempertimbangkan komponen acak (random component) dari hubungan ekonomi.
Sebagai contoh, teori ekonomi
menyatakan bahwa permintaan untuk sebuah komoditi tergantung pada harganya,
harga komoditi lainnya, pendapatan konsumen dan seleranya. Kesemua faktor itu
berhubungan secara eksak. Dalam matematika ekonomi dapat dinyatakan sebagai
berikut:
Q = bo + b1P + b2Po
+ b3Y +b4t ... [i]
Dimana:
Q = jumlah komoditi yang diminta
P = harga komoditi
Po = harga komoditi lainnya
Y = pendapatan konsumen
t = selera
bo, b1,
b2, b3, dan b4 adalah parameter dari persamaan
permintaan
Persamaan
permintaan diatas adalah eksak, sebab persamaan itu menyatakan bahwa hanya
keempat faktor itulah (sisi kanan persamaan) yang menentukan jumlah komoditi
yang diminta. Jumlah yang diminta akan berubah jika hanya jika keempat faktor
tersebut berubah. Tidak ada faktor lain yang dapat mempengaruhi permintaan.
Penemuan produk baru, perang, perubahan profesi, perubahan kelembagaan,
perubahan aturan, perubahan dalam distribusi pendapatan, pergerakan penduduk
secara massal dan lainnya adalah contoh beberapa shifter lainnya atas permintaan tersebut. Lebih dari itu, perilaku
manusia secara melekat (inherently)
tidak tetap. Manusia biasanya dipengaruhi ole rumor, impian, kebiasaan atau
tradisi, dan faktor sosiologis dan psikologis, yang membuat setiap manusia
berbeda perilaku dalam setiap kondisi pasar. Itulah mengapa ekonomi sering
disebut sebagai “the queen of sosial
science” karena berhubungan dengan kebutuhan manuisia beserta
pilihan-pilihannya.
Maka dapat disimpulkan bahwa ekonometrika adalah ilmu sosial yang
merupakan integrasi dari teori ekonomi, matematika, dan statistika yang
bertujuan untuk menguji kebenaran teoreme-teorema ekonomi yang berupa hubungan
antarvariabel ekonomi secara kuantitatif dengan menggunakan data empiris. Ilmu
itu sudah ada sejak jaman Perang Dunia ke II, yang dikembangkan oleh Jan
Tinbergen.
B. Peran
Ilmu Ekonometrika
Adalah untuk membuat hipotesis
(pernyataan) yang umumnya bersifat kualitatif mengenai hubungan antar variabel
ekonomi dengan fenomena ekonomi yang dimodelkan. Contohnya: jika harga sebuah
komoditi turun maka permintaannya akan semakin tinggi. Tetapi teori ini belum
dapat menjawab pertanyaan “bagaimana jika pajak atas komoditi tersebut naik
sebesar 3%?”, apakah keadaan masih tetap sama? Keadaan ini akan memaksa
produsen mengubah harga yang ditawarkan
Itulah mengapa kita perlu matematika
(khususnya matematika ekonomi) untuk merumuskan teori ekonomi dalam bentuk
persamaan matematis tanpa verifikasi teori secara empiris.
Sedangkan peran statistika adalah untuk mengumpulkan data empiris, mengubah
model matematika menjadi model ekonometrika, melakukan pengolahan data,
melakukan estimasi terhadap parameter regresi (termasuk memilih metode estimasi
yang paling sesuai) dan melakukan pengujian hipotesis dan ketepatan model. Matematika statistika berguna untuk
mengembangkan metode estimasi yang sesuai.
Ekonometri terutama dipakai di bank
sentral, oleh tim ekonomi pemerintah untuk melakukan perencanaan dan analisis
kebijakan ekonomi, dan juga oleh dunia usaha untuk mengoptimalkan kinerja
perusahaan. Selain di bidang moneter, ekonometri juga sudah banyak dipakai di
berbagai bidang ekonomi yang lain dan juga bisnis dan manajemen, seperti
mikroekonomi, marketing, finance.
Karena pada dasarnya, ilmu ekonomi
adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan
kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidaksetimbangan antara
kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang
jumlahnya terbatas. Permasalahan itukemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan/ scarcity. Maka dari itu, ekonometrika
sangat diperlukan untuk membantu memprediksi keadaan ekonomi jangka panjang,
melakukan perencanaan, dan menganalisa kebijakan.
C. Tujuan
ekonometrika
1.
Pembuat
kebijakan
Hasil dari
nilai numerik yang terlihat dalam penelitian akan sangat pentinguntuk membuat
formulasi kebijakanekonomi dari pemerintah. Hal ini membantu untuk
membandingkan dampak dari alternatif berbagai keputusan kebijakan. Contohnya
kepuasan pemerintah mengenai biaya masuk barang impor yang harus memperhatikan
tingkat biaya produksi perusahaan serta harga barang baku produksi.
2. Sebagai alat peramalan
Dengan
mengetahui bagaimana keadaan ekonomi saat ini dengan angka yang pasti, pembuat/
pemegang kebijakan dapat menggunakan angka tersebut untuk mempertimbangkan dan
mengukur hal-hal yang relevan di masa yang akan datang.
3. Analisis struktural
Dapat
menunjukkan struktur hubungan antara variabel ekonomi yang mampu menggambarkan
perilaku fenomena ekonomi, serta menganalisis dan menguji teori ekonomi
berdasarkan data empiris.
D. Tahapan
dalam penelitian ekonometrika
a.
Spesifikasi
model
·
Tahu
variabel apa saja yang dilibatkan dalam model
·
Alasan
mengapa variabel-variabel tersebut dilibatkan dalam model
·
Manakah
variabel endogen dan manakah variabel eksogennya (predeter-mine)
b.
Estimasi
model dan evaluasi dari hasil estimasi
·
Kriteria
ekonomi secara apriori
Mengevaluasi
tanda dan ukuran dari koefisien model, apakah sudah sesuai dengan teori
ekonomi.
·
Kriteria
statistika
Berkaitan
dengan pengujian kesesuaian model (goodness
of fit).
·
Kriteria
ekonometrika
Berkaitan
dengan evaluasi terhadap asumsi klasik, apakah asumsi klasik dapat dipenuhi
atau tidak.
c.
Evaluasi
daya peramalan
Salah satu
tujuan pembuatan model (regresi) adalah pembuatan peramalan. Artinya apabila
nilai variabel independen diketahui (ditentukan), maka nilai tersebut dapat
digunakan meramalkan nilai variabel respon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar