Entri Populer

Selasa, 12 Juni 2012

banaSta(bacaan anak statistika)


MENGENAL EKONOMETRIKA


A.  Apa itu ekonometrika
Ekonometrika merupakan model  yang mampu menjelaskan fenomena ekonomi secara kuantitatif. Ekonometrika menerapkan teori ekonomi, matematika ekonomi, dan statistika ekonomi untuk memberikan dukungan empiris dari model yang dibangun oleh teori ekonomi dan untuk memberikan hasil dalam angka (Gujarati, 2004).

Berawal dari hubungan ekonomi, kita menyatakan dalam bentuk matematika yang dapat diukur, kemudian menggunakan metode khusus, yang disebut metode ekonometrika yang bertujuan memperoleh dugaan numerik dari koefisien dalam hubungan ekonomi. Metode ekonometrika adalah metode statistika yang secara khusus disesuaikan terhadap kekhasan fenomena ekonomi. Kebanyakan sifat penting dari hubungan ekonomi mencakup sebuah elemen acak (elemen random), yang mana sering diabaikan dalam teori ekonomi dan matematika ekonomi yang menyatakan hubungan secara eksak antara berbagai besaran-besaran ilmu ekonomi. Ekonometrika telah membangun metode untuk mempertimbangkan komponen acak (random component) dari hubungan ekonomi.

Sebagai contoh, teori ekonomi menyatakan bahwa permintaan untuk sebuah komoditi tergantung pada harganya, harga komoditi lainnya, pendapatan konsumen dan seleranya. Kesemua faktor itu berhubungan secara eksak. Dalam matematika ekonomi dapat dinyatakan sebagai berikut:

Q = bo + b1P + b2Po + b3Y +b4t ... [i]
Dimana:       
Q       = jumlah komoditi yang diminta
P        = harga komoditi
Po       = harga komoditi lainnya
Y        = pendapatan konsumen
t        = selera
                   bo, b1, b2, b3, dan b4 adalah parameter dari persamaan permintaan
          Persamaan permintaan diatas adalah eksak, sebab persamaan itu menyatakan bahwa hanya keempat faktor itulah (sisi kanan persamaan) yang menentukan jumlah komoditi yang diminta. Jumlah yang diminta akan berubah jika hanya jika keempat faktor tersebut berubah. Tidak ada faktor lain yang dapat mempengaruhi permintaan. Penemuan produk baru, perang, perubahan profesi, perubahan kelembagaan, perubahan aturan, perubahan dalam distribusi pendapatan, pergerakan penduduk secara massal dan lainnya adalah contoh beberapa shifter lainnya atas permintaan tersebut. Lebih dari itu, perilaku manusia secara melekat (inherently) tidak tetap. Manusia biasanya dipengaruhi ole rumor, impian, kebiasaan atau tradisi, dan faktor sosiologis dan psikologis, yang membuat setiap manusia berbeda perilaku dalam setiap kondisi pasar. Itulah mengapa ekonomi sering disebut sebagai “the queen of sosial science” karena berhubungan dengan kebutuhan manuisia beserta pilihan-pilihannya.

Maka dapat disimpulkan bahwa ekonometrika adalah ilmu sosial yang merupakan integrasi dari teori ekonomi, matematika, dan statistika yang bertujuan untuk menguji kebenaran teoreme-teorema ekonomi yang berupa hubungan antarvariabel ekonomi secara kuantitatif dengan menggunakan data empiris. Ilmu itu sudah ada sejak jaman Perang Dunia ke II, yang dikembangkan oleh Jan Tinbergen.

B.  Peran Ilmu Ekonometrika
Adalah untuk membuat hipotesis (pernyataan) yang umumnya bersifat kualitatif mengenai hubungan antar variabel ekonomi dengan fenomena ekonomi yang dimodelkan. Contohnya: jika harga sebuah komoditi turun maka permintaannya akan semakin tinggi. Tetapi teori ini belum dapat menjawab pertanyaan “bagaimana jika pajak atas komoditi tersebut naik sebesar 3%?”, apakah keadaan masih tetap sama? Keadaan ini akan memaksa produsen mengubah harga yang ditawarkan

Itulah mengapa kita perlu matematika (khususnya matematika ekonomi) untuk merumuskan teori ekonomi dalam bentuk persamaan matematis tanpa verifikasi teori secara empiris.

Sedangkan peran statistika adalah untuk mengumpulkan data empiris, mengubah model matematika menjadi model ekonometrika, melakukan pengolahan data, melakukan estimasi terhadap parameter regresi (termasuk memilih metode estimasi yang paling sesuai) dan melakukan pengujian hipotesis dan ketepatan model. Matematika statistika berguna untuk mengembangkan metode estimasi yang sesuai.

Ekonometri terutama dipakai di bank sentral, oleh tim ekonomi pemerintah untuk melakukan perencanaan dan analisis kebijakan ekonomi, dan juga oleh dunia usaha untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan. Selain di bidang moneter, ekonometri juga sudah banyak dipakai di berbagai bidang ekonomi yang lain dan juga bisnis dan manajemen, seperti mikroekonomi, marketing, finance.

Karena pada dasarnya, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidaksetimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itukemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan/ scarcity. Maka dari itu, ekonometrika sangat diperlukan untuk membantu memprediksi keadaan ekonomi jangka panjang, melakukan perencanaan, dan menganalisa kebijakan.

C.  Tujuan ekonometrika
1.   Pembuat kebijakan
Hasil dari nilai numerik yang terlihat dalam penelitian akan sangat pentinguntuk membuat formulasi kebijakanekonomi dari pemerintah. Hal ini membantu untuk membandingkan dampak dari alternatif berbagai keputusan kebijakan. Contohnya kepuasan pemerintah mengenai biaya masuk barang impor yang harus memperhatikan tingkat biaya produksi perusahaan serta harga barang baku produksi.
2.  Sebagai alat peramalan
Dengan mengetahui bagaimana keadaan ekonomi saat ini dengan angka yang pasti, pembuat/ pemegang kebijakan dapat menggunakan angka tersebut untuk mempertimbangkan dan mengukur hal-hal yang relevan di masa yang akan datang.
3.  Analisis struktural
Dapat menunjukkan struktur hubungan antara variabel ekonomi yang mampu menggambarkan perilaku fenomena ekonomi, serta menganalisis dan menguji teori ekonomi berdasarkan data empiris.

D.  Tahapan dalam penelitian ekonometrika
a.    Spesifikasi model
·           Tahu variabel apa saja yang dilibatkan dalam model
·           Alasan mengapa variabel-variabel tersebut dilibatkan dalam model
·           Manakah variabel endogen dan manakah variabel eksogennya (predeter-mine)
b.    Estimasi model dan evaluasi dari hasil estimasi
·           Kriteria ekonomi secara apriori
Mengevaluasi tanda dan ukuran dari koefisien model, apakah sudah sesuai dengan teori ekonomi.
·           Kriteria statistika
Berkaitan dengan pengujian kesesuaian model (goodness of fit).
·           Kriteria ekonometrika
Berkaitan dengan evaluasi terhadap asumsi klasik, apakah asumsi klasik dapat dipenuhi atau tidak.
c.    Evaluasi daya peramalan
Salah satu tujuan pembuatan model (regresi) adalah pembuatan peramalan. Artinya apabila nilai variabel independen diketahui (ditentukan), maka nilai tersebut dapat digunakan meramalkan nilai variabel respon.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar